Apa Itu Trading?

Pengertian umum trading adalah suatu konsep dari ekonomi dasar yang di dalamnya terdapat aktivitas jual beli produk barang atau jasa. Nilai keuntungan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah kompensasi yang dibayarkan oleh pembeli pada penjualnya, atau pada pertukaran barang atau jasa pada kedua belah pihak.

Secara sederhana, trading atau perdagangan keuangan dapat didefinisikan sebagai aktivitas membeli dan menjual aset keuangan seperti saham, mata uang asing (forex), komoditas, atau instrumen investasi. Aktivitas ini dilakukan di pasar keuangan global yang beroperasi 24 jam sehari, 5 hari seminggu.

Dalam praktiknya, seorang trader akan membeli suatu aset keuangan pada harga tertentu dengan harapan dapat menjualnya kembali di masa mendatang dengan harga yang lebih tinggi, sehingga memperoleh keuntungan dari selisih harga tersebut. Sebaliknya, trader juga dapat membuka posisi jual (short) pada suatu aset dengan harapan dapat membelinya kembali di masa mendatang dengan harga yang lebih rendah, sehingga memperoleh keuntungan dari penurunan harga.

Selain bisa dilakukan pada mereka yang berasal dari negara yang sama, kegiatan trading juga bisa dilakukan secara global yang biasanya disebut dengan perdagangan internasional. Nantinya, pasar perdagangan internasional akan menawarkan suatu kompetisi yang sangat ketat, hingga terciptanya harga yang sangat kompetitif.

Perbedaan Trading dan Investasi

Di dalam konsep finansial, kegiatan trading lebih mengacu pada aktivitas jual-beli yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih pergerakan harga. Sedangkan investasi adalah kegiatan mengalokasikan sumberdaya (finansial) pada suatu aset dan berharap mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai aset di masa depan.

Jenis-jenis Trading

Dalam dunia finansial, berikut jenis-jenis trading yang sangat terkenal, yaitu:

  1. Trading Forex di dalam bursa berjangka komoditi (ICDX)
    Trading forex adalah bentuk perdagangan kurs mata uang asing. Pasar Forex (Valuta Asing) merupakan pasar terbesar di dunia. Berdasarkan BIS Survey, volume transaksi forex harian secara global telah mencapai $6,6 triliun pada tahun 2019. Volume transaksinya yang tinggi, terutama untuk beberapa mata uang ternama, dapat memberikan peluang yang menarik setiap harinya. Di seluruh dunia, pasar forex telah menjadi tempat melebur bagi semua jenis investor, hedger, atau bahkan bankir. Nilai keuntungan yang diperoleh dari trading forex ini tergantung nilai tukar mata uang asing dengan mata uang yang Anda pilih.
  2. Trading Emas di dalam bursa berjangka komoditi (ICDX)
    Berbeda dengan kegiatan jual beli, investasi, ataupun menabung emas. Kegiatan trading emas hampir sama dengan trading forex ataupun trading saham, yang membedakan hanya objeknya saja, yaitu emas. Selain fungsinya di masa lalu dan karakteristiknya, emas juga dianggap sebagai aset safe haven karena nilai emas akan tetap sama dari waktu ke waktu. Dalam karakteristik emas sebagai aset safe haven, harga emas relatif bergerak sejalan dengan perubahan sentimen risiko global.
  3. Trading Saham di dalam bursa efek (IDX)
    Trading saham adalah kegiatan jual beli saham dalam kurun waktu tertentu dan cukup singkat. Sementara investasi saham adalah kegiatan menabung untuk nantinya bisa mendapatkan keuntungan dari hasil pembelian saham dalam kurun waktu yang lama. Dalam melakukan trading saham, Anda harus melakukan jual beli dengan fluktuasi harga yang tidak menentu. Anda harus membuat keputusan yang tepat untuk bisa memperoleh keuntungan atau capital gain, terutama ketika harga saham sedang tinggi.

Risiko Trading

Berikut 4 hal yang penting dalam manajemen risiko trading:

  1. Risiko Kecukupan Modal
    Pelajari spesifikasi kontrak, lihat margin & hitung kecukupan modal. Modal > 3x Margin.
  2. Risiko Teknis dan Non Teknis
    Perhatikan konektivitas internet, kondisi lingkungan, dan mood. Jangan sampai Anda tidak fokus.
  3. Risiko Salah Analisis
    Analisis pasar secara teliti, pertimbangkan semua kemungkinan kejadian. Jangan mengambil keputusan hanya karena takut kehilangan momen. Buat keputusan berdasarkan analisis matang.
  4. Risiko Salah Pengambilan Keputusan
    Jangan cepat panik ketika analisis salah, batasi loss atau jalankan plan B.

Probabilitas dalam Trading

Layaknya perdagangan biasa, kamu bisa untung atau rugi. Analisis kamu juga bisa benar, bisa keliru. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan berdasarkan kemungkinan (untung atau rugi) yang direncanakan:

  1. Kondisi Pasar
    Kondisi pasar yang dinamis berpengaruh pada kemudahan kita mengeksekusi target.Cek kedalaman pasarnya dulu.
  2. Analisis
    Sebelum mengambil keputusan (sell/buy), lakukan analisis trading terlebih dahulu. Ada berbagai macam teknik analisis trading yang bisa kamu pelajari.
  3. Target
    Target P\L yang jelas sangat membantu untuk untuk lebih memastikan hasil. Be A Trader Not A Gambler.
  4. Trading Plan
    Buatlah rencana trading terlebih dahulu tentang bagaimana trading akan dilakukan dan targetnya. Hal ini akan memberikan guide line dan menghindarkan kita dari “market crowd.”

Bagaimana Cara Kerja Trading?

Secara umum, proses trading dapat dibagi menjadi beberapa tahapan utama, yaitu:

  1. Analisis Pasar
    Sebelum melakukan transaksi, seorang trader perlu melakukan analisis terhadap pergerakan harga aset yang akan diperdagangkan. Analisis ini dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal berfokus pada pola pergerakan harga historis suatu aset, sementara analisis fundamental mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran aset tersebut, seperti kondisi ekonomi, politik, dan industri.
  2. Penentuan Strategi Trading
    Berdasarkan hasil analisis, trader akan menentukan strategi trading yang sesuai, seperti membuka posisi beli (long) atau jual (short), kapan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar pasar, serta bagaimana mengelola risiko.
  3. Eksekusi Transaksi
    Setelah menentukan strategi, trader dapat melakukan eksekusi transaksi jual atau beli melalui platform trading yang tersedia, seperti aplikasi atau website broker.
  4. Manajemen Risiko
    Salah satu aspek penting dalam trading adalah manajemen risiko. Trader perlu menentukan besaran modal yang akan digunakan, stop loss untuk membatasi potensi kerugian, serta strategi diversifikasi untuk mengurangi risiko.
  5. Monitoring dan Evaluasi
    Selama posisi trading terbuka, trader harus terus memantau pergerakan harga dan perkembangan pasar. Jika diperlukan, trader dapat melakukan penyesuaian strategi atau menutup posisi untuk mengamankan keuntungan atau meminimalisir kerugian.

 

Langkah-langkah Trading

Untuk memulai perjalanan trading, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:

  1. Pelajari Dasar-Dasar Trading: Penting untuk memahami konsep-konsep dasar trading, seperti analisis teknikal, analisis fundamental, manajemen risiko, dan psikologi trading.
  2. Latihan dengan Akun Demo: Sebelum terjun ke pasar nyata, cobalah berlatih trading dengan akun demo yang menyediakan dana virtual. Ini akan membantu Anda membiasakan diri dengan platform trading dan menguji strategi.
  3. Kembangkan Strategi Trading: Temukan dan kembangkan strategi trading yang sesuai dengan gaya, tujuan, dan preferensi risiko Anda. Terus-menerus mempelajari dan meningkatkan strategi ini.
  4. Kelola Risiko dengan Baik: Terapkan manajemen risiko yang ketat, seperti menggunakan stop loss, mengatur ukuran posisi, dan diversifikasi portofolio.
  5. Tingkatkan Disiplin dan Pengendalian Emosi: Jaga emosi Anda tetap stabil saat trading, hindari tergesa-gesa atau terlalu emosional dalam mengambil keputusan.
  6. Terus Belajar dan Berkembang: Pasar keuangan terus berubah, sehingga Anda harus terus-menerus memperluas pengetahuan dan keterampilan trading Anda.

MULAI TRADING ANDA DISINI

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

New Report

Close